BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Hasil uji lab yang sebelumnya dinyatakan oleh Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung terhadap sampel unggas mati secara tiba-tiba di Kelurahan Campangjaya, Kecamatan Sukabumi, beberapa waktu lalu, menunjukkan sampel tersebut positif virus H5N1. 

Dinas Pertanian setempat mengingatkan kepada seluruh warga kota yang berjuluk Tapis Berseri untuk mewaspadai jika ditemukannya unggas atau ayam yang mati secara tiba-tiba. Ciri khasnya yaitu jengger ayam kehitaman, pada kaki timbul bercak kemerah-merahan dan mengeluarkan lendir dari bagian tubuh ayam. Dinas setempat juga menyarankan agar warga berhati-hati dalam membeli ayam potong yang dijual di pasaran,  sebab virus tersebut masih tetap hidup meskipun telah diolah untuk dijadikan makanan. 



Menanggapi hasil uji lab yang telah menyatakan positif flu burung itu, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengimbau agar masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya itu agar tidak terkena dampak penularan dari virus mematikan tersebut. 
“Kami minta agar mencuci tangan sebelum makan, jaga kebersihan, dan ikut memperhatikan kebersihan lingkungan,” ujar Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung Edwin Rusli, Kamis (14/2/2019). 

Selain itu,  Edwin juga menjelaskan mengenai terdapat seorang anak di kecamatan itu yang sempat dilarikan ke puskesmas terdekat bersamaan dengan ditemukannya ayam mati mendadak milik warga. “Alhamdulillah anak itu tidak terinveksi flu burung, begitu dirawat tidak lama sudah sembuh dan langsung pulang, karena kalau flu burung pasti langsung ditujuk ke RS Abdul Moeloek,” jelasnya. 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR