KALIANDA  (Lampost.co)-- Pasangan nomor urut 3, Arinal Junaidi-Chusnunia Chalim meraih suara tertinggi dalam Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) mencapai 185.690 suara dari rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub 2018 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (5/7/2018), di Wisata Negeri Baru Resort, Kalianda.
Sementara itu, pasangan nomor urut 2 Herman HN - Sutono meraih 150.459 suara, pasangan nomor urut 1 M.Ridho Ficardo-Bahtiar Basri meraih 107.294 suara dan pasangan nomor urut 4 Mustafa - Ahmad Jajuli meraih 41.074 suara.
Dalam Pilgub 2018 di Kabupaten Lampung Selatan suara sah sebanyak 484.517,  suara tidak sah mencapai 9.526. Jumlah suara sah dan tidak sah sebanyak 494.043.
Berdasarkan pantauan Lampost.co, saksi pasangan nomor urut 1 Ismail Newawi dan pasangan nomor urut 2 Wayan Sanya tidak mau menandatangani berita acara rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub 2018 tersebut.
"Kami tidak akan menandatangani berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub 2018 ini. Sebab, masih ada guggatan terkait money politik,"ujar Ismail Newawi, diamini oleh saksi paslon nomor urut 2 Wayan Sanya.
Menanggapi hal itu, Ketua KPU Kabupaten Lampung Selatan M.Abdul Hafidz, menyatakan para saksi paslon nomor urut 1 dan 2 tidak mau menandatangani berita acara rapat plono rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 ini merupakan hak mereka.
"Mengenai saksi paslon nomor urut 1 dan 2 tidak mau menandatangi berita acara rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub 2018 itu hak mereka. Persoalan guggatan dalam Pilgub ini adanya di KPU Provinsi Lampung ya kami serahkan kesana,"kata M.Abdul Hafidz.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR