GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Plaza Pameran Industri Kementerian Perindustrian RI mulai 3-6 April 2018 adalah momen yang cukup bersejarah dalam menampilkan hasil karya narapidana. Tentu saja kesempatan ini tidak akan dilewatkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunungsugih untuk memamerkan hasil karya warga binaannya di ajang pameran bergengsi tersebut.

LPGunungsugih akan menampilkan hasil karyanya berupa kloset hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah dalam menyuplai kebutuhan masyarakat serta ayunan dalam mendukung Kabupaten Lampung Tengah Layak Anak. Namun jangan heran dulu, barang-barang tersebut tidak dibawa langsung ke lokasi pameran di Jakarta, tapi ditayangkan dalam bentuk slide video.



Kepala LP Gunungsugih Syarpani saat rapat persiapan pelaksanaan PUN di aula LP, Selasa (27/3/2018) pihaknya mengirimkan hasil karya terbaik dalam rangka menyukseskan pameran PUN, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui narapidana dapat berkarya di dalam LP untuk bekal hidup bebas kelak.

Mantan Kasubbag Publikasi Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ini menyatakan pameran yang diresmikan secara bersama oleh Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Perdagangan, Menteri Koperasi dan UKM, serta Menteri Kelautan dan Perikanan ini tentunya akan tampil sangat menarik untuk stand Kantor Wilayah Lampung karena LP Gunungsugih mengutus tiga orang pegawainya untuk tampil di ajang bergengsi tersebut.

"Lapas Gunungsugih kirimkan tiga pegawai. Mereka akan menggunakan busana tradisional khas Lampung," kata dia.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Lampung Edi Kurniadi menyampaikan bahwa dalam pameran PUN ini pihaknya mempunyai target untuk memperoleh piala dari salah satu nominasi yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

"Banyak karya kami yang unik seperti souvenir gajah mini, tapis khas Lampung dan kalung bermotif tapis. Tentunya kami mempunyai target untuk memperoleh kemenangan di ajang bergengsi tersebut," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR