PT Pelabuhan Nasional Indonesia (Pelni) mengaku meraup untung cukup signifikan dari fenomena tingginya harga tiket pesawat terbang. Terhitung sejak awal tahun, perseroan mencatat lonjakan penumpang hingga 39%.

Direktur Usaha Angkutan Kapal dan Tol Laut Pelni Harry Boediarto mengungkapkan peningkatan jumlah penumpang tidak hanya terjadi di pelabuhan-pelabuhan besar, tetapi juga di pelabuhan-pelabuhan kecil di seluruh Indonesia. “Hampir semua rute di Indonesia, sampai ke daerah terpencil pun, mengalami lonjakan penumpang,” ujar Harry, Selasa (28/5/2019).



Ia menyebutkan banyak juga penumpang yang beralih dari moda transportasi pesawat rerbang ke kapal laut karena kebijakan bagasi.

Sebagaimana diketahui, maskapai-maskapai low cost carrier (LCC) mulai menerapkan bagasi berbayar. Sementara, Pelni masih memberikan pengangkutan bagasi gratis hingga 40 kilogram.

Bahkan, melalui program Redpack, perseroan memfasilitasi pengiriman barang sampai ke rumah. “Kadang ada penumpang yang pulang duluan kemudian barangnya menyusul. Itu kami bisa layani hingga 100 kilogram," jelas Harry.

Ia pun mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan bagi penumpang karena muncul proyeksi yang menyebut peralihan penumpang dari angkutan udara ke laut masih akan terus terjadi “Penumpang akan terus meningkat dan kami ingin kenyamanan di atas kapal itu maksimal jadi fasilitas hiburan kami tambah,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pelni menyiapkan kapal premium untuk mengakomodir peralihan penumpang pesawat ke kapal laut.

“Saya sudah sampaikan ke Pelni, tentu harus dipersiapkan karena jumlah kapalnya harus memadai yang kedua kapalnya harus lebih baik. Harus ada angkutan premium yang dilakukan oleh Pelni,” tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR