KALIANDA (Lampost.co) -- Setelah mengalami lonjakan tinggi, harga telur ayam ras di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan berangsur turun menjadi Rp25 ribu per kilo.

Terpantau, berangsur turunnya harga telur ayam ras sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu, sebelumnya mencapai Rp28 ribu per kilo. "Sudah tiga hari turun, pertama turun seribu rupiah, kemarin turun lagi, hari ini begitu juga," kata Nur (41) salah seorang pedagang telur di kecamatan setempat, Jumat (20/7/2018).



Dijelaskannya, naik dan turun harga telur tidak bisa diprediksi, karena dalam satu hari harga telur kerap berubah-rubah. "Berdasarkan pengalaman sepuluh tahun dagang telur, harga bisa berubah-rubah dalam sehari," kata dia.

Hal senada diungkap pedagang lainnya, jika harga telur berangsur turun, sejak beberapa hari terakhir. Para pedagang telur ayam ras seperti dirinya mengaku menaikkan dan menurunkan harga untuk menyesuaikan modal. "Informasi harga selalu kami dapat dari agen setiap ada perubahan," ujar Warni (26) pedagang telur ayam ras yang di jumpai Lampost.co di kios miliknya.

Bagi pedagang, naik dan turun harga tidak begitu besar pengaruh terhadap omset, karena faktor utamanya kestabilan harga itu sendiri. "Naik atau turun telur masih di beli yang penting bagi kami harga stabil," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR