KALIANDA (Lampost.co)--Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit disejumlah kecamatan di kabupaten Lampung Selatan terus merangkak naik sejak September lalu.
Bahan baku minyak goreng pada September lalu hanya Rp900/kg kini mencapai Rp1.600/kg.

Suko (36), salah satu petani di desa Gandri kecamatan Penengahab, Lampung Selatan itu mengaku harga TBS yang dihasilkan pada lahan seluas satu hektar cukup menguntungkan meski produksi turun lantaran masa trek.
“Alhamdullilah harga sawit terus meningkat, walau saat ini lagi masa trek yang membuat hasil panen turun 30 persen,“ kata dia kepada Lampost.co, Selasa (5/12/2017).



Ia menyebutkan tiga bulan terakhir TBS sawit hanya Rp900/kg, kemudian naik menjadi Rp1.300/kg. Memasuki bulan November harga kembali meningkat menjadi Rp1.500/kg. Dan kini Rp1.600/kg.
“Selama memiliki kebun sawit harga saat ini merupakan harga tertinggi dibanding empat tahun silam, harga TBS sawit hanya Rp350/kg, Harga rendah membuat petani ingin mengganti tanaman sawitnya menjadi kebun jagung, “ ujar dia.
Membaiknya harga ini diharapkan petani sawit di kecamatan Sragi dan Ketapang akan terus berkelanjutan hingga masa trek berakhir pada awal tahun 2018. 
Menurut Sukiman, petani sawit di di desa Mandalasari kecamatan Sragi, harga naik biaa bertahan hingga uaai masa trek. Sebab, setelah trek hasil panen akan mwlimpahhingga satu ron pwr hektar. "Selama masa trek ini hasil panen pada lahan seluas 1 hektar turun dari 7-8 kuintal, kni hanya menghasilkan 5 kuintal saja,” kata Sukiman. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR