KALIANDA (Lampost.co)-- arga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah kecamatan di Lampung Selatan mulai membaik, setelah pada  Januari 2018 lalu harga komoditas perkebunan tersebut fluktuatif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, harga TBS sawit pada Januari lalu turun naik pada kisaran Rp1.350-Rp 1.550/kg.
Namun memasuki Februari 2018, harga TBS sawit terus merangkak naik hingga saat ini mencapai Rp1.700/kg. Akan tetapi meningkatnya harga bahan baku minyak goreng tersebut tidak didukung dengan hasil panen. 

“Sayangnya hasil panen justru turun 30-40 persen sejak awal Januari lalu. Jika tahun lalu bisa menghasilkan 20-25 kg tandan buah segar per pohon,  sekarang hanya 12-15kg saja,” kata Suko (36), seorang petani kelapa sawit di desa Kemukus kecamatan Ketapang, Lampung Selatan kepada Lampost.co, Jumat (9/2/2018).
Naiknya harga TBS sawit, ujar dia,  diduga akibat hasil produksi sawit mengalami penurunan sejak awal tahun 2018. Padahal permintaan TBS sawit dari pabrik pengolahan minyak kelapa sawit meningkat.
“Bulan lalu harga TBS sawit tingkat petani fluktuatif. Bisa 4 sampai 5 kali naik turun. Dari Rp1.300 naik menjadi Rp1.500, kemudian turun lagi Rp 1.350/kg,” ujarnya. 
Hal senada diungkapkan Joko,  petani kelapa sawit di Desa Gandri Kecamatan Penengahan. Ia menyayangkan kenaikan harga TBS sawit tidak didukung dengan hasil panen yang melimpah. 
Menurut dia, selain faktor cuaca,  merosotnya hasil panen sawit yang terjadi sejak awal Januari lalu disebabkan petani telat melakukan pemupukan lantaran distribusi pupuk bersubdisi untuk petani sawit terlambat.“Dampak telat mupuk membuat produksi menurun,” kata Joko. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR