SUKADANA (Lampost.co) -- Lima hari menjelang bulan suci Ramadan, harga berbagai kebutuhan sehari-hari di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Lampung Timur terus merambat naik. 

Salah seorang pedagang di pasar Kecamatan Pekalongan, Wagiah kepada Lampost.co, Sabtu (12/5/2018) menjelaskan, naiknya harga menjelang bulan suci Ramadan ataupun Idul Fitri merupakan hal yang biasa. Sebab menjelang hari-hari tersebut harga kebutuhan sehari-hari memang selalu naik.



Naiknya harga-harga kebutuhan sehari-hari menjelang bulan suci Ramadan itu tak bisa dielakkan oleh pedagang. Sebab mereka sendiri membeli berbagai barang dagangan seperti cabe merah, bawang, ayam potong, telur atau sayur mayur dari sejumlah agen memang harganya sudah naik.

“Karena kami beli dari agen haragnya sudah naik, ya kami juga terpaksa ikut menaikkan harga. Sebab kalau tidak begitu kami bisa bangkrut enggak dapat untung. Harga kebutuhan sehari-hari selalu naik menjelang bulan puasa atau hari raya Idul Fitri itu lumrah sudah biasa kok,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh para pedagang lainnya di pasar Kecamatan Pekalongan. Menurut mereka harga merambat naik karena agen menaikkan barang. Alasan agen menaikkan barang biasanya klasik, dimana harga menjadi naik  karena pasokan barang kebutuhan sehari-hari terbatas sementara permintaan pasar atau konsumen semakin meningkat.

“Biasanya itu alasan kenapa barang-barang kebutuhan sehari-hari terus merambat naik menjelang bulan puasa. Memang kenyataannya sih iya, menjelang bulan puasa itu konsumen yang belanja kebutuhan sehar-hari memang lebih banyak dari biasanya,” kata mereka.

Sementara pantauan lampost.co di pasar Kecamatan Pekalongan, kenaikan harga kebutuhan sehar-hari nampaknya merata untuk seluruh jenis barang yang dijual di pasar itu. Misalnya saja ayam potong jika sebelumnya Rp18 ribu/kg kemarin harganya naik Rp6 ribu menjadi Rp24 ribu/kg. Kemudian teluar ayam ras dari Rp22 ribu/kg menjadi Rp24 ribu/kg.

Selanjutnya cabe merah besar dari Rp27 ribu menjadi Rp32 ribu/kg, bawang merah brebes dari Rp26 ribu menjadi Rp28 ribu/kg.
Selain berbagai jenis barang tersebut, harga syaur mayur juga ikut merambat naik. Misalnya saja bayam hijau dari Rp1000 menjadi Rp1500/ikat, kangkung dari Rp750 menjadi Rp1500/ikat, dan lain-lain.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR