BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kenaikan harga pangan dalam sebulan terakhir, seperti daging ayam, telur ayam ras, dan sayuran berimbas signifikan pada pedagang makanan. Mulai dari menurunnya keuntungan yang didapatkan hingga harus menaikkan harga barang dagangan untuk menghindari kerugian. Bagi pembeli berdampak pada porsi makanan yang berkurang.

Pemilik lokasi kuliner Inspirasi Corner Sukarame, M. Iqbal Fasha menjelaskan kenaikan berbagai harga bahan makanan dalam sebulan terakhir terang memiliki dampak besar bagi perolehan usahanya. Sebab, dengan harga makanan yang tetap ditengah nilai bahan baku yang melambung membuat keuntungan yang didapat mengecil.



"Kami ini kan pangsa pasarnya mahasiswa, sehingga harga yang kami jual harus terjangkau bagi kantong mahasiswa. Kalau harga naik, kami tetap konsisten tidak menaikkan harga untuk menjaga pelanggan," kata Iqbal disela-sela melayani pembelinya, Jumat (20/7/2018).

Menurut pemilik tempat makan disekitaran Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung itu kenaikan harga pangan itu berimbas pula kepada pembeli, karena porsi hidangan yang berkurang. "Kami harus mensiasati dengan mengurangi sedikit nasi dan lauknya. Walaupun begitu tetap saja keuntungan turun drastis," urainya.

Senada, pedagang kue di Way Halim, Fitriani mengatakan dampak kenaikan daging ayam dan telur membuat dirinya harus menaikkan harga jual. Hal itu terpaksa dilakukan untuk menghindari kerugian dan tetap menjaga kemajuan usahanya yang sudab berusia 11 tahun.

"Biasanya saya jual kue, seperti pastel, risol, dan kue-kue basah dari harga Rp1000 sampai Rp1500 perbuatanya. Tapi, bahan baku kue ini naik semua, pastel pakai banyak telur, risol saya isinya ayam. Jadi terpaksa sekarang saya jual Rp2 ribu. Baru kali ini saya naikkan harga jadi Rp2 ribu," kata dia.

Menurutnya, dalam 11 tahun berusaha dibidang kuliner, kondisi berbagai kenaikan harga secara drastis, seperti bahan bakar minyak, listrik, dan bahan makanan baru kali ini ditemui. "Biasanya naiknya sedikit dan satu-satu, tidak semua kebutuhan hidup begini naik. Imbasnua jelas sangat terasa," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR