JAKARTA (lampost.co) -- Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan regulasi perbaikan penyelenggaraan ibadah umrah penggodokannya sudah memasuki tahap finalisasi. Salah satu beleid yang diatur yakni harga referensi pelaksanaan umrah pada biro perjalanan disebut bakal tidak jauh dari nominal Rp20 juta.
"Pembahasan yang muncul terfokus pada angka berkisar Rp20 juta atau di bawahnya. Ini sedang kita kaji terus, karena masih ada berbagai masukan. Kita berharap benar-benar mendapat harga referensi yang pas," kata Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Muhajirin Yanis saat dihubungi, Rabu (27/12/2017).
Bersamaan dengan pembahasan harga acuan tersebut, sambung Muhajirin, pihaknya juga tengah merevisi Peraturan Menteri Agama No. 18/2015 yang di dalamnya mengatur mengenai standar pelayanan minimal (SPM) penyelenggaraan umrah.
Peraturan menteri tersebut mengatur di antaranya tentang sistem perjalanan, akomodasi hotel, dan makanan jemaah. Perbaikan aturan soal SPM, menurut Muhajirin, diperlukan sebagai basis penetapan harga referensi.
"Keputusan tentang harga referensi harus didahului dengan penetapan keputusan menteri tentang SPM. Paling lambat selesai Februari 2018," katanya.
Muhajirin menegaskan aturan untuk menstandardisasi pelaksanaan ibadah umrah tersebut ditujukan untuk memperbaiki sistem dan mencegah terulangnya kembali tindakan penipuan terhadap jemaah umrah seperti yang dilakukan biro perjalanan First Travel. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR