LIWA (Lampost.co) -- Sejumlah petani pisang di Kecamatan Hitam, Lampung Barat, Minggu (13/5/2018), mengeluhkan murahnya harga jual pisang ditingkat petani.

Menurut warga harga pisang yang masih mentah ditingkat petani hanya Rp1.000 per kilo untuk pisang gadis dan pisang ambon Rp2.000 per kilo. Dalam satu tandan pisang gadis harganya rata-rata berkisar Rp7 ribu. Sedangkan pisang ambon rata-rata Rp15-20 ribu per tandan.



Namun petani di daerah itu mengaku, pasrah dengan kondisi tersebut karena pisang adalah salah satu sumber pendapatan bagi petani selain kopi. Pisang merupakan penghasilan harian sedangkan kopi panenya hanya musiman.

"Pisang disini adalah penghasilan tambahan selain dari kopi," kata Sujadi (30), warga Pekon Rigisjaya, Minggu (13/5/2018).

Sujadi mengatakan, pisang awalnya merupakan tanaman tumpangsari yang bertujuan sebagai tambahan penghasilan dikala tidak sedang musim. Tanaman pisang ini sekaligus juga berfungsi untuk pelindung tanaman kopi. Namun belakangan karena harga kopi belum berpihak kepada petani dan produksinya juga terus menurun membuat sebagian petani mulai beralih kepada tanaman pisang.

"Sebagian petani sepertinya mulai mengutamakan tanaman pisangnya ketimbang merawat tanaman kopinya. Akan tetapi saat pisang mulai menghasilkan kini harganyapun rendah," kata dia.

Hal senadapun diungkapkan oleh Mad Hasnudin (50) yang juga warga setempat. Menurutnya, harga pisang ditingkat petani hanya Rp1-2 ribu per kilo. Pisang ini ditampung oleh pedagang pengumpul lalu dipasarkan ke daerah sekitar Jakarta.

PENULIS

Eliyah

TAGS


KOMENTAR