New York (Lampost.co) -- Harga minyak AS berakhir sedikit lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dolar yang lebih kuat memperlemah sentimen pasar untuk minyak yang dihargakan dalam dolar AS.

Mengutip Antara, Rabu 16 Agustus 2017, dolar AS yang lebih kuat membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.



Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,47 persen menjadi 93,849 pada akhir perdagangan, tingkat tertinggi dalam tiga minggu.

Selain itu, harga minyak berada di bawah tekanan baru-baru ini karena para investor khawatir bahwa kelebihan pasokan global akan bertahan, setelah kepatuhan produsen-produsen minyak utama untuk menurunkan produksi mereka tidak membaik.

Produsen-produsen minyak utama telah sepakat untuk mengurangi pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari sampai Maret mendatang. Tujuannya adalah untuk mengurangi stok global, menyeimbangkan  pasar yang telah mengalami kelebihan pasokan yang bertahan selama sekitar tiga tahun, dan akhirnya menaikkan harga minyak.

Sedangkan harga patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, sedikit menurun USD0,04 per barel menjadi menetap di USD47,55 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik tipis USD0,07 menjadi USD50,80 per barel di London ICE Futures Exchange.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR