KALIANDA (Lampost.co)--Harga jagung di sejumlah gudang pengelola komoditas petanian di pesisir timur kabupaten Lampung Selatan kian terpuruk. Dari awal panen harga Rp4.100/kg lalu turun menjadi Rp3.300 kg, dan saat ini anjlok menjadi Rp2.100/kg.
Anjloknya harga jagung dikeluhkan petani dari Kecamatan Ketapang, Bakauheni maupun Sragi. Sementara di wilayah tersebut baru akan memasuki musim panen raya dua pekan atau satu bulan mendatang.

“Dari Desember 2017 lalu harga jagung capai Rp4.100/kg terus turun setiap harinya. Kami takut saat kami panen dua pekan lagi harga masih terus turun,“ kata petani jagung Sarto (48), warga Desa Bangunrejo, Ketapang, Lampung Selatan, Rabu (31/1/2018).
Petani jagung lainnya, I Ketut Sinde,  warg Desa Sumbernadi, Ketapang  menduga turunnya harga jagung setiap hari menjelang panen di kecamatan Ketapang disebabkan kiriman hasil panen  yang melimpah dari daerah Mesuji dan Lampung Timur.  “Sejak hasil panen petani jagung dari Mesuji dan Lamtim masuk ke gudang dan pabrik jagung yang ada disepanjang jalinpantim kecamatan Ketapang,  harga jagung mulai bergerak turun setiap harinya,” kata dia. 
Menurut dia,  sejak dua pekan terakhir setiap gudang penampungan jagung yang ada di ruas jalinpantim itu dipadati antrean kendaraan truk mengangkut jagung dari  Mesuji dan Lamtim yang lebih dahulu panen. 
“Gila-gilaan harga dari Rp4.100/kg bisa turun dratis cuma Rp2.100./kg saat ini. Kalau ini kami alami saat panen nanti bisia membuat kami rugi,” ujar Sinde. 
Salah satu karyawan di pabrik pengolshan jagung yang ada di jalinpantim Bambu Kuning Desa Legundi, Ketapang,  Lampung Selatan harga jagung saat ini seharga Rp3.050./kg,  namun harga tersebut belum dipotong kadar air, debu maupun katung.  “Bersih-bersihnya petani menerima uang Rp2.100/kg,” kata dia. 
Ia mengataakan usai petani dari daerah Mesuji dan Lamtim menjual hasil panennya ke gudang dan pabrik jagung yang ada di pesisir timur Lampung Selatan, harga jagung bergerak turun Rp50-Rp100/kg setiap harinya,” ujarnya.  

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR