KALIANDA (Lampost.co) -- Harga jagung di sejumlah gudang pengolahan komoditas unggulan masyarakat pesisir Timur Kecamatan Ketapang dan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami kenaikan Rp350 per kilo, dari Rp3.050 menjadi Rp3.500 per kilo.

Rian, salah satu karyawan PT. Japfa Comfeed di Jalinpantim Simpanglima, Kecamatan Ketapang, mengatakan saat ini perusahaan ditempatnya bekerja membeli jagung pipilan asalan (basah) Rp3.500 per kilo. Harga tersebut meningkat Rp350 per kilo dibanding saat musim panen awal April lalu.



“Saat ini baru satu dua orang petani yang sudah panen jagung. Sehingga pasokan menipis dan mengakibatkan harga jagung merangkak naik sejak akhir masa panen pada awal April lalu," kata dia kepada Lampost.co, Senin (21/5/2018).

Kadek Sutris, kepala gudang pengolahan jagung lainnya di Jalinpantim Bambukuning, Kecamatan Ketapang menilai harga jagung akan terus merangkak naik seiring pasokan dari petani atau pengepul yang kian menipis.

“Paling banter setiap hari hanya dua atau tiga truk fuso masuk gudang. Berbeda saat panen, bisa 50-an truk jagung asal Lamsel, Lamtim dan Mesuji menjual jagung ke gudang ini,” ujar Sutris.

Menurut dia, harga jagung akan terus naik hingga mencapai Rp4.500 per kilo. Dan harga akan kembali turun secara bertahap saat memasuki masa panen yang diperkirakan mulai awal Mei 2018.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR