KALIANDA (Lampost.co)--Memasuki masa panen raya, harga jagung di kabupaten Lampung Selatan terus turun dari Rp4.100 hingga saat ini hanya Rp3.300 per kilogram. Selain jagung, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit juga bergerak turin sejak pergantian tahun.

Rian, salah satu karyawan di pabrik jagung Chandra jalinpantim desa Legundi, kecamatan ketapang, Lampung Selatan harga jqgung pada awal Desember 2017 masih terbilang tinggi, yakni Rp4.300/kg. Namun seiiring musim panen jagung disejumlah kecamatan dan kabupaten lain di Provinsi Lampung harga jagung terus turun setiap harinya.
“Hampir setiap hari harga jagung turun Rp50-Rp100/kg,” kata Rian kepada Lampost.co, Jumat (26/1/2018)



Harga jagung bergerak turun, ujar Rian, karena pasokan yang melimpah dari daeah Mesuji dan Lampung Timur.”Setiap hari banyak jagung kiriman dari Mesuji dan Lamtim.
Hal senada juga dialami PT Java Confeed di jalinpantim simpanglima Ketapang, Lamsel. Setiap hari puluhan armada truk mengirim jagung ke perusahaan pakan ternak tersebut.
“Harga bergerak turun seetwlah mendpat kiriman dari daerah Mwsujo dan Lamtim yang sedang panen raya,” ujar Mul salah satu karyawan PT Java Confeed.
Sementara harga TBS sawit juga terpantau bergerak turun sejak akhir Deaember 2017. hingga akhir Januari 2018.  Menurut salah satu pengepul TBS sawit di kecamatan Ketapang, Suko, setidaknya lima kali harga TBS sawit mengalami penurunan sepanjang bulan ini. “Setiap kali turun Rp50/kg menurut info dari gudang, harga turun karena kualitas sawit kurang bagus, karena perubahan cuaca,” ujar Suko.

Menurut salah satu petani sawit di Desa Sumberagung, Kecamatan Sragi, Jito, memasuki tahun 2018 apes bagi petani karena harga komoditas turun semua. “Bukannya membaik namun harga terus turun setiap pekannya,” ujar dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR