KALIANDA (Lampost.co)--Harga cengkeh di beberapa Kecamatan di Lampung Selatan saat ini mengalami penurunan dikisaran Rp15.000-Rp20.000 per kilogram. Turunnya harga cengkeh tersebut telah terjadi sejak dua pekan terakhir.
Menurut Ibrahim (50), salah satu pengepul Cengkeh di Desa Jondong Kecamatan Rajabasa, harga cengkeh alami penurunan dari sebelumnya Rp100 ribu per kg menjadi Rp80 ribu per kg. "Sudah hampir dua minggu ini harganya turun. Kalau di sini turunnya Rp20 ribu per kg" katanya.

Menurut Ibrahim, turunnya harga cengkeh itu belum diketahui apa penyebabnya, akan tetapi berdasarkan kebiasaan turunnya harga cengkeh saat ini sudah melewati musim panen. "Tidak tau apa penyebab turunnya. Namun, sudah menjadi kebiasaan umum saat cengkeh sedikit (sebelum musim panen) harganya tinggi dan saat barang banyak (musim panen) harga berangsur turun," ujar ibrahim. 
Hal sama di ungkapkan, Deni (38) pengepul di Desa Rawi, Kecamatan Penengahan. Menurutnya, bahan yang digunakan untuk membuat minyak balur dan bahan pembuat rokok ini sudah hampir melewati musim panen sehingga harga jualnya turun. 
"Waktu harga belum turun sekitar sepuluh hari lalu masih Rp90.000 per kg. Sekarang turun menjadi Rp75.000 per kg. Kalau stok di gudang masih banyak sementara barang yang di jual petani sudah mulai berkurang lantaran cengkeh di petani mulai habis," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR