BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Usai hari raya Iduladha atau hari raya kurban, harga cabai kembali merangkak naik, khususnya untuk cabai berjenis caplak merah atau cabai setan. 

Berdasarkan pantauan di Pasar Pasir Gintung, terdapat beberapa jenis cabai mengalami kenaikan harga usai hari raya Iduladha. Namun terdapat juga jenis cabai yang berada pada harga stabil, tapi tetap tinggi. 



"Cabai caplak merah sekarang harganya Rp120ribu, sebelumnya dari harga Rp100ribu per kilo. Baru 2 hari ini naik," ujar Indah salah seorang pedagang Pasar Pasir Gintung, Selasa (13/8/2019).

Selain itu, untuk cabai merah besar dan cabai rawit jengki Rp80 ribu per per kilo dengan harga yang stabil. Rawit gunung Rp85-90 ribu per kilo, dan cabai hijau besar Rp40 ribu per kilo dari semula Rp35 ribu per kilo.

Menurutnya, kenaikan harga cabai caplak merah atau setan itu dikarenakan stok barang yang sedikit. Begitu juga dari tingkat petani banyak mengalami gagal panen dikarenakan musim kemarau. "Yang beli enggak ngurang, cuma belinya mereka ngakalin biasanya beli setengah kilo, sekarang beli seperempat kilo aja," lanjutnya. 

Sementara itu, harga cabai di Pasar Tamin untuk cabai caplak merah atau setan berada pada harga Rp90 ribu per kilo. Dimana kenaikan harga itu juga mulai terjadi sejak usai hari raya Iduladha. 

Samsi salah satu pedagang di Pasar Tamin menerangkan kenaikan harga cabai diakibatkan oleh petani daerah Jawa yang gagal panen. Kemungkinan besar diakibatkan pula oleh musim kemarau yang terjadi saat ini. "Infonya petani di Jawa sana banyak yang gagal panen, cabainya kering," ungkapnya. 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR