KALIANDA (Lampost.co) -- Harga beras di sejumlah pasar tradisional Lampung Selatan rata-rata mengalami penurunan sebesar Rp700 - Rp1.500 per kilo.

Seperti harga beras pendek jenis muncul dari Rp11.500 turun menjadi Rp10.750 - Rp10ribu per kilo. Kemudian beras IR 64 kualitas premium yang semula Rp13 ribu turun menjadi Rp11.500 per kilo.



Turunnya harga beras tersebut bisa ditemui di sejumlah pasar tradisional Sukarandek, Kecamatan Sragi, dan Pasar Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang.

"Harga beras turun sejak Rabu (21/3/2018) lalu. Beras panjang jenis IR64 turun Rp1.500 per kilo dan beras jenis muncul (pendek) turun antara Rp500 - Rp750 kilo,” kata Sutino (42) salah satu pedagang kelontongan di pasar Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Jumat (23/3/2018).

Hal senada diungkapkan Dewa (35), salah seorang pedagang kelontongan di Pasar tradisional Sukarandek, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Menurutnya harga beras turun namun daya beli masyarakat juga tidak meningkat.

“Kami berharap tidak hanya beras namun harga kebutuhan pokok lainnya ikut turun. Sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat. Sekarang apa-apa mahal, jadi pasar juga sepi,” katanya.

Sementara Yuyun (38) seorang ibu rumah tangga yang sedang membeli beras dipasar Pematangpasir berharap harga beras bisa stabil atau setidaknya dibawah harga eceran tertinggi (HET) di Provinsi Lampung. Dimana pemerintah menetapkan HET beras dengan kualitas medium Rp9.450 per kilo dan Rp12.800 per kilo untuk jenis premium.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR