KALIANDA (Lampost.co)--Mengawali tahun 2018, harga beras di beberapa pasar di kecamatan di Lampung Selatan, terus melejit. Terpantau harga beras IR-64 kualitas baik mencapai Rp13 ribu/kg, sedang Rp12.500/kg, biasa Rp12 ribu/kg, sedangkan untuk jenis muncul Rp10 ribu/kg.
Harga beras di Lampung Selatan, diperkirakan akan terus naik seiring belum datangnya musim panen para petani setempat. "Kalau lihat kondisinya, diperkirakan harga akan terus naik," kata Murni (31) salah seorang pedagang beras di pasar Sidomulyo, Selasa (9/1/2018).

Dijelaskannya, di periode yang sama awal tahun 2017 lalu, harga beras IR-64 kualitas baik alami kenaikan hanya mencapai Rp10 ribu/kg.
"Tahun lalu harga beras naik tapi tidak mahal seperti sekarang ini," kata dia.
Pasokan beras yang berada di kiosnya berasal dari petani lokal. Para petani sudah mulai menjual, seiring dengan banyaknya kebutuhan hidup serta harga beras yang mulai membaik."Kalau pasokan beras kebanyakan dari petani disini," kata dia.
Hal senada diungkap pedagang di Kecamatan Katibung, jika kenaikan harga beras sudah mulai sejak sebulan silam."Sejak sebulan silam, Harga sidah mulai merambat naik," kata Slamet (40).
Kenaikan harga tidak memengaruhi omsetnya setiap hari, karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat."Tidak pengaruh dengan omset, karena beras kebutuhan pokok," katanya. 



Sementara itu, salah seorang pembeli mengatakan jika pemerintah tidak cepat turun tangan, maka masyarakat kecil seperti dirinya terhimpit kebutuhan hidup."Keadaan seperti ini yang sengsara kami rakyat kecil," kata Nur (46). 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR