KOTABUMI (lampost.co) -- Harga beras di sejumlah pasar di Kotabumi, Lampung Utara, naik Rp2.000/kg menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Kenaikan disebabkan kurangnya pasokan barang dari distributor, terutama dari Kota Metro.
Ade Hariyanto (45), pedagang beras di Pasar Sentral Kotabumi, mengatakan kenaikan harga beras terjadi mulai Selasa (12/12/2017). Menurut dia, kenaikan harga beras terjadi karena berkurangnya pasokan dari distributor atau pedagang besar dari Metro.
”Kenaikan harga terjadi pada harga beras dengan kualitas ukuran sedang dan baik. Kenaikan harga beras rata-rata mencapai Rp2.000/kg,” ujarnya.
Dia juga mengatakan untuk harga beras kualitas biasa tidak mengalami kenaikan karena barangnya dipasok dari daerah sendiri.
Sedangkan untuk harga beras kualitas sedang naik sebelumnya seharga Rp11 ribu menjadi Rp13 ribu/kg. Kemudian kualitas baik dari Rp12 ribu menjadi Rp14 ribu/kg. ”Untuk harga beras kualitas sedang Rp10 ribu/kg dan tidak mengalami kenaikan,” ujar Ade.
Menurut para distributor, kata Ade, kenaikan harga beras karena harga gabah yang dibeli dari petani naik dan barangnya tidak banyak.
”Dengan adanya kenaikan harga dari tingkat distributor, saya terpaksa menaikkan harga dan menyesuaikan harga jual ke masyarakat di Pasar Sentral Kotabumi,” ujarnya.
Hal sama dikatakan Siswono (50), pedang beras di Pasar Dekon Kotabumi. Ia mengatakan kenaikan harga beras karena berkurangnya pasokan barang dan bukan karena menjelang Natal dan Tahun Baru.
”Kenaikan harga beras karena harga gabah dari tingkat petani memang naik. Otomatis harga beras mengalami kenaikan,” kata Siswono.

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR