KALIANDA (Lampost.co) -- Harga kopra di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamoung Selatan terjun bebas dari Rp8 ribu menjadi Rp4 ribu per kilo.

“Kami kecewa, harga kopra turun dratis mulai pekan lalu. Turunnya harga kopra hingga separo membuat petani rugi dan bisa berbalik usaha lain. Sementara harga buah kelapa di pasar tradisional cukup menggembirakan,” kata Komang Koyok (36) pengrajin kopra dari Desa Tridarmayoga, Kecamatan Ketapang usai menjual kopra di salah satu gudang pengepul kopra di jalinsum, Desa Sukaratu, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Senin (14/5/2018).



Harga kopra terpantau turun sejak awal Januari 2018 lalu. Awalnya harga kopra dari Rp11 ribu turun menjadi Rp10 per kilo, kemudian turun menjadi Rp8 ribu per kilo, dan saat ini anjlok menjadi Rp4 ribu.

“Kami tidak tahu apa penyebab harga kopra sampai terjun bebas. Apakah pengaruh dari nilai tukar rupiah yang kian melemah atau penyebab lain. Yang pasti dengan harga kopra Rp4 ribu per kilo, kami rugi," kata Masduki (38), pengrajin kopra di Desa Lebungnala, Kecamatan Ketapang.

Usai anjloknya harga kopra membuat Julianto (40) pengepul buah kelapa di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni berhenti membuat kopra. Buah kepala yang didapat dari petani, dijual dalam bentuk butiran dengan harga bervariasi.

Menurut dia, harga satu butir kelapa super saat ini mencapai Rp5.000 per butir, ukuran sedang Rp4.500 per butir dan kecil Rp2 ribu per butir. "Sementara untuk menghasikan kopra 1 kilo membutuhkan 1 - 2 butir kelapa super," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR