LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 14 June
5092

Tags

LAMPUNG POST | Hapus Dikotomi Kampus
Ilustrasi. oekzone.com

Hapus Dikotomi Kampus

HASIL seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPT) 2017 telah diumumkan. Universitas Lampung menerima sebanyak 2.607 calon mahasiswa dan Institut Teknologi Sumatera (Itera) menerima 977 orang melalui seleksi tersebut.
Di Bumi Ruwa Jurai, jumlah pendaftar yang Universitas Lampung mencapai 45 ribu orang, sementara calon mahasiswa yang mengikuti tes di Lampung mencapai 18 ribuan peserta. Pendaftar seleksi di Institut Teknologi Sumatera mencapai 7.361 orang.
Jika dibandingkan antara jumlah pendaftar dan calon mahasiswa yang diterima, hanya sekitar 15% calon mahasiswa diterima di perguruan tinggi negeri di Lampung. Masih banyak lulusan SMA sederajat yang tidak bisa masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Secara nasional jumlah pendaftar SBMPTN 2017 sebanyak 797.738 orang, lebih tinggi dari tahun 2016 sebanyak 721.326 pendaftar. Sementara yang lolos SBMPTN tahun ini hanya 148.066 calon mahasiswa tersebar di 85 kampus negeri di Tanah Air.
Jujur kita akui daya tampung kampus negeri terbatas. Karena itu, lulusan SMA/SMK/MA yang tidak tertampung dapat memilih perguruan tinggi swasta (PTS). Terlebih, sejumlah kampus swasta kini memiliki mutu, baik program studi maupun institusinya.
Hingga awal 2017, ada 49 perguruan tinggi yang berakreditasi A, dan 15 di antaranya ada kampus swasta. Dari 82 perguruan tinggi swasta di Lampung, 10 PTS memiliki akreditasi B dan beberapa program studi yang telah memiliki akreditasi A.
PTS dan PTN memiliki fungsi sama mencerdaskan generasi bangsa. Namun, faktanya PTS kerap mengalami diskriminasi dari pemerintah karena dianggap kampus kelas dua. Padahal, secara jumlah, kampus swasta jauh lebih banyak menerima mahasiswa.
Pemerintah memiliki tanggung jawab meningkatkan kualitas PTS. Kampus swasta tidak bisa dibiarkan berjuang sendiri menyamai kualitas PTN. Pemerintah, PTS, dan PTN harus bahu-membahu mewujudkan pendidikan tinggi kompetitif level internasional.
Karena itulah kita harus mendukung semangat penghapusan dikotomi antara PTN dan PTS. Terlebih UU No. 12/2012 tentang Perguruan Tinggi sejatinya telah membangun kesetaraan PTN-PTS dan tidak mengenal dikotomi antara kampus negeri dan swasta.
Sudah semestinya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengevaluasi berbagai peraturan dan kebijakan yang masih memiliki unsur atau bibit-bibit dikotomi kampus negeri dan swasta, baik tersirat maupun tersurat.
Menyegerakan pembentukan lembaga layanan pendidikan tinggi (LLPT) sebagai rumah bersama, baik kampus negeri maupun swasta adalah sebuah keniscayaan dalam mewujudkan semangat konstitusi mencerdaskan kehidupan bangsa seutuhnya. n

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv