BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Banyak orang tua tetap memercayai pengobatan tradisional untuk kesembuhan buah hati. Selain bahan-bahan yang tersedia, obat rumahan juga telah digunakan turun temurun. 
 
Kemungkinan setiap orang tua pernah menggunakan setidaknya satu kali ramuan tradisional. Misalnya campuran soda dan cuka dipakai mengobati sengatan lebah.

Atau baluran minyak, jeruk nipis dan bawang merah untuk meredakan panas demam bayi. Tetapi tidak semua pengobatan tradisional dapat menyembuhkan penyakit yang diderita anak. Ada beberapa penyakit serius yang perlu segera penanganan medis. 
 
Bagaimana menentukan kapan pengobatan rumah dapat dilakukan dan kapan hal tersebut harus dihindari? Mengutip Parenting, Profesor pediatri di Vanderbilt University dan Rumah Sakit Anak Monroe Carrell Jr di Vanderbilt Joseph Gigante mengatakan, pengobatan rumah dan homeopati tidak boleh membahayakan. 

Pengobatan aman bagi anak



Menurutnya, ada banyak pengobatan yang berdampak minimal pada anak. Situasi kedua adalah yang membahayakan anak. Yaitu ketika orang tua memilih pengobatan homeopati yang tidak efektif. 
 
"Akibatnya dapat terjadi keterlambatan dalam perawatan dan membahayakan, dan mungkin kematian anak yang terjadi pada beberapa kasus baru-baru ini," katanya. 
 
Penyakit yang dapat dirawat di rumah yang paling umum adalah flu dengan gejala flu seperti batuk, hidung tersumbat, pilek, bersin, sakit tenggorokan. 
 
Demam juga dapat dikelola di rumah. Muntah dan diare juga merupakan gejala umum yang dapat dirawat di rumah. Sakit kepala dan sakit perut dengan gejala yang tidak serius juga dikelola di rumah. 

Demam pada bayi

Sementara itu, ada beberapa gejala sakit yang tidak boleh dibiarkan tanpa perawatan medis. Demam yang sama atau lebih tinggi dari 38 derajat Celcius pada bayi berusia kurang dari tiga bulan tidak boleh diobati di rumah. Demam mungkin merupakan tanda infeksi bakteri serius.
 
Demam dengan sakit kepala parah dan kaku leher juga tidak boleh dirawat di rumah, karena merupakan tanda meningitis. Orang tua juga harus memeriksakan anak ke dokter jika demam lebih dari lima hari. 
 
Anak yang kesulitan bernapas, sehingga bibirnya membiru juga perlu perawatan medis. 
 
"Mulut juga harus segera dilihat. Anak-anak yang pernah muntah dan diare kemudian tidak minum sama sekali, mengalami penurunan buang air kecil atau berlaku tidak seperti biasa mungkin mengalami dehidrasi parah dan membutuhkan cairan infus."
 
Gigante menjelaskan, ada kesalahan umum yang kerap dilakukan orang tua ketika merawat anak-anak mereka di rumah. Yaitu tidak memberi cukup obat pereda demam dan nyeri seperti Tylenol atau Ibuprofen. 

Dosis obat-obatan 

Pemberian obat didasarkan pada berat badan anak. Ketika bayi bertambah berat badan, dosis Tylenol atau Ibuprofen harus meningkat, namun, orang tua sering menggunakan takaran sesuai berat anak sebelumnya. 

Jenis termometer 

Cara paling akurat untuk mengukur demam bayi adalah menggunakan termometer digital dubur. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak.

Obat tanpa resep 

Obat yang diberikan tanpa resep tidak bekerja pada anak-anak dan dapat menyebabkan efek samping serius. 
 
Gigante menjelaskan, anak yang sakit dan mendapat pengobatan rumahan harus segera ditangani secara medis jika tidak membaik atau memburuk dalam satu atau dua hari. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR