BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan delapan saksi dalam sidang lanjutan perkara suap fee proyek Kabupaten Mesuji dengan terdakwa Khamami, Wawan Suhendra dan Taufik Hidayat, Senin (1/7/2019).

Delapan saksi yakini Hamdari Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Mesuji, Sadel Safdullah Kadispora Kabupaten Mesuji, Nawawi Asisten Bidang Umum Kabupaten Mesuji, Umar Pensiunan PNS, Raden Hanung Nugroho Kadis Penanaman Modal Kabupaten Mesuji, Jaya Pensiunana PNS Kadis Dinsos Kabupaten Mesuji, Huminsyah Lubis Kadis Perumahan Kawasan Permukiman sekaligus mantan Kadis PUPR Kabupaten Mesuji.



Jaksa Penuntut Umum dan Hakim yang menyidangkan perkara ini sempat menasehati Saksi Huminsyah Lubis saat memberi keterangan lantaran dinilai berbelit saat menyampaikan kesaksiannya.

Dalam keterangan Lubis, mantan Kadis PU ini dia pernah menyerahkan list proyek dari dari masing-masing bidang selanjutnya diserahkan kepada Bupati.

Jaksa lantas menanyakan apakah  saksi kenal dengan Kardinal?, Saksi pun membenarkan jika sejak 2016 mengenal Kardinal. Jaksa kembali bertanya apakah ada ploting sebelum pelaksanaan, saksi menjawab jika dia tidak tahu, "Saya tidak tahu soal itu. Kalau penunjukan pemenangan proyek ada," katanya.

Pertanyaan Jaksa sempat dibantah oleh saksi mengenai fee proyek, menurut saksi tidak ada fee proyek yang ditanyakan oleh Jaksa, namun jaksa menyarankan kepada saksi jika berterusterang dan mengatakan yang sebenarnya terjadi. "Sudah pak lepas saja, jujur-jujur saja disini," kata Jaksa menasehati saksi. Mendengar ucapan itu Lubis pun mengakui jika benar ada fee proyek sebesar 12% di Kabupaten Mesuji.

Jaksa menanyakan fee 12% tersebut untuk siapa? Saksi ini pun tidak mengetahui, karena menurutnya dia tidak pernah menyerahkan secara langsung fee tersebut atau pun bupati yang meminta. 

" Saya tidak pernah membawa untuk bupati, saya juga tidak pernah dibawa PPK menghadap bupati. begini yang mulia saya tidak pernah melihat apakah itu untuk Bupati atau bukan," katanya. 

Mendapat ucapan saksi Hakim lantas menyebutkan jika saksi yang dihadirkan dalam persidangan dalam keadaan tertekan, "Kalau pandangan kami semua saksi disini dalam keadaan tertekan," kata Hakim Ketua Siti Insirah. mantan Kadis PU ini pun membenarkan jika dia dalam keadaan tertekan karena baru pertama jadi saksi dipersidangan. Hakim lantas mengatakan hal itu bukan alasan karena dia dihadirkan selau saksi bukan terdakwa.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR