BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Hakim Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang yang menyidangkan perkara pembalakan liar di Kawasan Hutan Lindung Register 28 Kabupaten Tanggamus, sempat geram terhadap delapan terdakwa yang disidangkan pada Rabu (10/4/2019).

Hakim Yus Enidar, geram dengan para pelaku pembalakan liar di Kawasan Hutan Lindung Register 28 Tanggamus lantaran mereka tidak pernah berpikir dampak yang dirasakan kedepanya akibat pembalakan liar yang dilakukan saat ini.
Berkali-kali Hakim mengingatkan jika hutan adalah harapan masyarakat banyak, karena merupakan resapan air serta menyuburkan tanah di negeri ini. Jika hutan terus-terusan digunduli negeri ini akan kekeringan dan tidak akan subur lagi tanah di Indonesia.



"Kalau sudah gundul semua hutan tidak ada lagi air di negeri mu ini, kalian harus ingat itu. Pikirkan kehidupan anak cucu mu nanti. Itulah kenapa negeri mu ini tidak subur lagi, karena hutan terus kau gunduli. itu lah sebabnya kenapa dilarang melakukan pembalakan liar di dalam hutan yang sudah dilindungi itu," kata Hakim Yus Enidar.

Diketahui delapan terdakwa yang terlibat dalam pembalakan liar di hutan lindung Tanggamus yakni Nuryadi, Sayfullah, Sahrudin, Suhendar alias Hendra, Sunardi, Hasan, Turnadi dan Patur Rahman, para terdakwa merupakan warga kabupaten Tanggamus.

Sebanyak 99 batang kayu yang ditetapkan sebagai kayu dilindungi jenis Senokling ditebang dari dalam hutan tersebut. Saat melakukan pengkapan dalang utama yang memerintahkan para terdakwa melarikan diri, yakni Hermanto hingga kini masih buron belum ditangkap Polda Lampung.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR