BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi atas perkara perambahan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) kembali bergulir di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungakarang. 

Jaksa Penuntut Umum Adiarebi pengganti Jaksa Candra Saptaji menghadirkan satu orang saksi yakni Napiudin, merupakan sopir operator alat berat yang dijadikan barang bukti dalam perkars ini. 



Dipersidangan, hakim sempat kesal dengan Napiudin lantaran keterangan yang diberikan saksi sulit dipahami. Saat itu hakim ketua Yus Enidar mempertanyakan jalan yang dilewati alat berat tersbut namanya apa, dan dijawab jalan gerobak yang berlubang. Meski sudah diulang kembali pertanyaan, saksi masih menjawab hal sama.
Lalu hakim Yus Enidar kembali bertanya kepada skasi perihal gudang logistik apakah saksi mengetahuinya? Dengan suara keras Napiudin menjawab tidak mengetahui perihal gudang logistik yang dipertanyakan hakim. "Nggak ada gudang logistik hanya ada Kem," kata Napiudin.
Mendengar ucapan saksi, hakim nampak kesal dengan mengatakan "Nah itu yang saya maksud, Kem itu untuk eksavator, itu gudang namanya," kata dia.
Saksi bahkan mengatakan bahwa gudang logistik yang berdiri di TNBBS juga tempat tidur para pekerja seperti dirinya. "Kem itu tempat tidur kami juga. Kalau pekerjaan saya membersihkan sampah seperti mengusur kebun kopi dan lada untuk dijadikan tambak," katanya.
Melihat tingkah laku dan bahasa yang susah dimengerti, hakim Samsudin menyarankan kepada JPU untuk mengecek BAP saksi untuk membuktikan kebenaran yang diungkapkan saksi dipersidangan. "Sampean ini celangak celngok, yang ditanya apa jawabnya apa, itu namanya lain cucuk lain menambah. Jaksa dicek jawaban dia ini kita ngetes kejujuran dia ini," kata Hakim Anggota Samsudin.
Hakim kembali bertanya saat saudara melintas apakah jalan sudah diratakan, atau belum, atau memang sudah selesai diratakan. Saksi mengatakan untuk meratakan jalan menggunkan eksavator sepanajang 2 kilometer. "Tidak ada kayu yang ditebang saya hanya ikut dari belakang waktu itu konvoi kendaran jenis alat berat masuk ke dalam," katanya. 
Saksi Napiudin mengatakan jika dia masuk dalam rombongan pertama kedalam proyek. "Rombongan pertama saya, yang nyuruh Hendrik (Ade Hendrik) sudah divonis," katanya.
Saksi mengatakan dia tidak mengenal terdakwa Aan Jamaloedin, bahkan saksi ini tidak tahu jika gudang logistik masuk dalam kawasan TNBBS.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR