MENGHADIRKAN sebuah taman di antara bangunan ternyata penting untuk memberikan kesan nyaman. Tidak harus luas, dengan memanfaatkan lahan sempit diantara bangunan, sebuah taman minimalis tetap menawarkan suasana asri yang menentramkan.

Seperti saat menginjakkan kaki di antara gedung-gedung tinggi di lingkungan kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung. Suasana berbeda langsung terasa, saat melihat tatanan rapi taman yang dibuat diantara gedung-gedung tinggi.



Tepat di antara gedung Business Learning Centre dan Entrepreneurship Development Center, sebuah jalan menuju gedung tersebut dihiasi dengan batu dan kerikil yang tersusun teratur. Di kanan dan kirinya ada taman yang berukuran tidak terlalu luas, namun enak dipandang mata.

Hijaunya aneka tanaman seperti palem, sabrina, aster, dan kenanga, disusun membentuk lingkaran.

Di salah satu sudut taman, diletakkan sebuah kursi tempat duduk santai para mahasiswa. Tidak ketinggalan ornamen berupa lampu taman memberikan kesan rapi ruang terbuka hijau tersebut.

Dekan FEB Unila, Satria Bangsawan mengatakan taman tersebut sengaja dibuat dan menjadi salah satu sarana pendukung Bussines Learning Center, dan Entrepreneurship Development Center mahasiswanya. Dengan keberadaan taman tersebut, diharapkan mahasiswa akan lebih merasa nyaman selama di lingkungan kampus.

"Sebagai pusat bisnis lokasi tersebut harus dibuat senyaman mungkin bagi pengunjung. Seperti saat belanja di mal, sehingga menciptakan daya tarik tersendiri bagi konsumen," kata dia.

Suasana indah dan nyaman tersebut, menurut Satria, merupakan upaya memenuhi sarana yang dibutuhkan mahasiswa. Sehingga, selain belajar di dalam gedung, mereka juga bisa bersantai di taman-taman yang sudah dibuat.

"Taman ini sebagai salah satu daya tarik, orang untuk datang, sehingga tercipta rasa nyaman, dan tenang ketika berada di sini," ujar Satria.

Ramah Lingkungan

Menghadirkan konsep taman di antara gedung-gedung perkuliahan, menurut Satria, menjadi cara untuk menanamkan konsep ramah lingkungan pada setiap mahasiswa. Harapannya, kelak ketika mereka menjadi pebisnis, juga akan ikut memperhatikan lingkungan di tempat bekerja.

"Harapannya ketika mahasiswa dan alumni menjadi pengusaha tidak mengecewakan konsumen dan tetap memperhatikan kondisi yang ramah lingkungan," ujarnya.

Satria menyebut selain menjadi daya tarik, taman-taman yang dibangun di lingkungan kampus juga mendukung FEB Unila sebagai green faculty.  Sehingga selain menciptakan lulusan yang kompeten, kampusnya juga turut serta menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR