PRINGSEWU (lampost.co) -- Menghadapi musim tanam rendeng tahun 2017/2018, kebutuhan pupuk subsidi di wilayah Prinvsewu cukup.
Pernyataan itu diungkapkan pemilik distributor pupuk subsidi Enggal Sukoharjo, H. Hibun, menyatakan pupuk subsidi akan tetap.cukup karena penyaluran disesuaikan dengan RDKK. "Pupuk bersubsidi seperti urea untuk musim tanam di wilayah Pringsewu cukup," ungkapnya.
Dia menjelaskan distributor Enggal memiliki wilayah distribusi di empat kecamatan: Sukoharjo, Gadingrejo, Adiluwih dan Banyumas.
Menurut dia, untuk wilayah Kecamatan Gadingrejo, sistem distribusinya sudah menggunakan biling. Dengan sistem ini petani tidak lagi mendapatkan pupuk secara konvensional sebagaimana.biasa. Dalam sistem ini kelompok tani menebus pupuk melalui Bank Lampung, setelah itu distributor menebus ke kios dan kios mengirim ke petani. "Untuk wilayah Gadingrejo disiapkan pupuk subsidi sebanyak 280 ton untuk bulan Desember 2017," ungkapnya. 
Menurut dia, sistem biling itu dinilai aman dari penyelewengan karena tebusan sesuai dengan pesanan/kebutuhan. Namun untuk wilayah Pringsewu, baru Kecamatan.Gadingrejo yang menggunakan sistem biling. "Kalau sudah sistem biling semua kelompok tani harus punya modal untuk nebus pupuk," ungkapnya.

H. Hibun menambahkan untuk kebutuhan pupuk di tiga kecamatam : Adiluwih, Sukoharjo dan Banyumas, untuk bulan Desember 2017 sebesar 193 ton. Jumlah ini terlihat sedikit jika di bandingkan dengan kecamatan Gadingrejo di bulan yang sama, sebab pada bulan-bulam sebelumnya di tiga kecamatan tersebut sudah melakukan tebusan untuk tanaman palawija seperti jagung.
Dia menjelaskan di tiga kecamatan:  Sukoharjo, Adiluwih dan Banyumas, umumnya merupakan daerah.daratan.dengan komuditas tanaman.palawija, sehingga kebutuhan pupuknya lebih awal dari tanaman.padi. Namun jika nanti ada usulan tebusan di Januari 2018, pihaknya siap mendistribusikan pupuk sesuai pesanan, termasuk di Gadingrejo, sehingga kebutuhan pupuk untuk masan tanam rendeng mencukupi. "Stok pupuk saat ini di gudang masih ada 16 ton", ungkapnya.
H. Hibun optimistis persoalan pupuk subsidi untuk kebutuhan musim tanam tidak akan ada kendala. Dia menambakan selain menyediakan pupuk bersubsidi, pihaknya juga menjual pupuk nonsubsidi sebagai upaya memenuhi kebutuhan petani: pupuk mutiara.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR