KALIANDA (Lampost.co)  -- Menghadapi musim kemarau, petani di Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, lebih memilih tanam jagung. Hal ini untuk antisipasi kerugian atau gagal panen selama musim gadu.

Ketua Gapoktan Sinar Bakti Desa Baktirasa, Purwanto mengatakan dari luas areal lahan seluas 250 hektare di Desa Baktirasa, setidaknya sekitar 40 persennya sudah ditanami padi. Namun, sebagian lahan sawah ditanami jagung selama musim gadu.



"Dari luas 250 ha, lahan pertanian di Desa Baktirasa sudah tertanami seluas 40 persen. Namun, musim tanam gadu tahun ini sebagian ada yang tanam jagung. Petani enggak mau ambil resiko gagal panen selama musim kemarau," ujarnya, Senin (30/7/2018).

Purwanto mengatakan dirinya mengimbau kepada seluruh petani di wilayah tersebut agar lahan persawahan mereka tetal ditanami selama musim kemarau atau gadu. "Walaupun tidak tanam padi, tapi petani bisa tanam jagung, palawija atau sayuran. Jangan sampai laham sawah digarap," ujarnya.

Sementara itu, Mas'an (49) Petani asal Desa Baktirasa mengatakan dirinya lebih memilib tanam tanam jagung, ketimbang tanam padi. Sebab, ia memprediksi musim gadu tahun ini akan memghadapi musim kemarau.

"Lahan seluas 2 Ha sudah saya tanami jagung. Kalau liat kondisi sekarang tidak cocok untuk tanam padi. Sebab, ketersedian air sangat menipis. Untuk itu, saya lebih memilih tanam jagung," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR