KALIANDA (Lampost.co) -- Menghadapi musim kemarau, sejumlah petani di Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, secara swadaya melakukan normalisasi saluran sekunder desa setempat. Normalisasi dilakukan karena saluran sekunder mengalami pendangkalan. 

Berdasarkan pantauan Lampost.co, untuk menormalisasi saluran itu petani menurunkan langsung alat berat ekskavator. Dimana, saluran sekunder dinormalisasi mencapai kedalaman 1 meter.



Ketua Gapoktan Sejahtera Desa Bandanhurip, Karyadi mengatakan dalam menghadapi musim kemarau pihaknya secara swadaya melakukan normalisasi saluran sekunder. Adapun saluran yang dinormalisasi sepanjang 1 km "Musim tanam gadu ini kami swadaya sewa alat berat untuk normalisasi saluran sekunder. Soalnya salurannya sudah alami pendangkalan. Sehingga, pasokan air kerap alami kekeringan saat musim kemarau," kata dia, Senin (29/7/2019).

Dia mengatakan normalisasi iti diharapkan air dari hilir Sungai Way Sekampung mampu mendorong hingga memasuki saluran sekunder. Sehingga, petani tidak akan kesulitan mendapatkan pasokan air saat musim kemarau. "Musim tanam gadu tahun lalu, areal lahan mencapai 300 hektare tidak bisa ditanami karena pasokan air tidak ada saat musim kemarau. Ini karena air dari hilir tidak bisa naik adanya pendangkalan itu," kata dia. 

Sementara itu, UPTD Penguju Kontruksi Bangunan Kecamatan Palas, Selamet membenarkan normalisasi itu merupakan swadaya masyarakat. Normalisasi itu dilakukan untuk memperlancar saluran sekunder dalam memnghadapi musim kemarau ini. 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR