KRUI (Lampost.co) -- Wilayah Kabupaten Pesisir Barat saat ini mengalami musim kemarau, empat wilayah kecamatan yang merupakan sentra pertanian yaitu Kecamatan Pesisir Selatan, Ngambur, Ngaras dan Bangkunat merasakan dampak dari musim kemarau. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Barat Muhammad Aziz, mengatakan dari Juli-September 2019, empat kecamatan tersebut dari total 11 kecamatan yang ada di wilayah Pesisir Barat mengalami kekeringan cukup parah. Dampaknya sekitar 542 hektare sawah di empat kecamatan itu tidak bisa ditanami padi. 



Namun demikian, Aziz mengatakan kemarau saat ini tidak harus menjadi kekhawatiran masyarakat di kabupaten itu, akan terjadi kelangkaan beras karena masih tersedia stok beras dari surplusnya hasil panen petani pada tahun 2018 lalu di kabupaten setempat. 

Panen padi tahun 2018 berjumlah 48.403 ton, sementara konsumsi masyarakat Pesisir Barat 20 ribu ton, masih surplus sekitar 28 ribu ton. Dan itu aman untuk konsumsi di tahun 2019. "Belum lagi ditambah topangan bulog untuk supply beras masyarakat di Pesisir Barat," katanya.

Dia mengatakan Kementerian Pertanian melalui Dirjen Ketahanan Pangan juga sudah berkunjung ke empat kecamatan tersebut. Secepatnya empat wilayah tersebut akan mendapatkan bantuan benih padi untuk mempercepat tanam padi baik sawah atau padi kebun, serta mesin pompa air melalui Dinas Pertanian Pesisir Barat. "Kami mengimbau kepada masyarakat sampai akhir Agustus setiap tahun meminta penyesuaikan dengan musim untuk mempercepat masa tanam," kata Aziz.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR