BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Guna mengantisipasi sekaligus menjaga stok pangan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau ini, Bulog Liwa terus menampung beras dari petani melalui mitra kerjanya.

Kepala gudang Bulog Liwa, Lukman, Jumat (7/8/2018), mengatakan stok beras yang ada di gudang saat ini masih mencapai 1.114 ton. Jumlah itu masih cukup bahkan lebih karena kebutuhan bansos rastra setiap bulanya, baik Lambar maupun Pesisir Barat mencapai sekitar 320 ton terdiri Lambar sekitar 200 ton dan Pesisir Barat sekitar 150 ton.



Menurutnya, 1.114 ton beras yang ada saat ini, selain beras untuk kebutuhan bansos rutin setiap bulan, ada juga beras cadangan pemerintah yang setiap bulanya minimal 100 ton. Kemudian ada juga beras cadangan titipan Pemkab melalui Dinas Ketahanan Pangan yang jumlahnya saat ini masih mencapai sekitar 9 ton.

Lukman mengaku, pihaknya tetap akan menampung setiap beras yang datang dengan ketentuan kadar airnya maksimal 14% dengan harga Rp8.030/kg.

Dia menjelaskan, sepanjang gudang masih cukup maka pihaknya siap menampung berapapun beras dari petani melalui mitra dengan HET Rp8.030/kg.

Baca Juga:

Rastra Agustus, Bulog Liwa Tunggu SPA

"Kami hanya menampung beras saja, kalau gabah tidak karena tidak ada mesin gilingnya," kata Lukman.

Kapasitas gudang yang dimiliki yaitu sebanyak 3.000 ton. Sementara isinya saat ini baru 1.114 ton. Karena itu dalam rangka persiapan menghadapi kemarau ini sekaligus untuk stok cadangan pangan maka pihaknya tidak membatasi berapapun beras yang datang  akan ditampung. Apabila dirasa kurang maka pihaknya meminta kiriman stok dari Bandar Lampung.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR