BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Komunitas Global Youth Indonesia (GYI) menjadi wadah anak-anak muda menebarkan semangat untuk maju hingga pelosok desa. Desa dipilih karena menjadi lingkungan terkecil yang terkadang diabaikan.

Pendiri Komunitas Global Youth Indonesia Rhandu Inzany menilai gerakan menginspirasi yang dimulai dari desa-desa tepat untuk mengubah pola berpikir masyarakat. Apalagi, desa kini menjadi tonggak pembangunan berkelanjutan sebuah bangsa.



Salah satu desa yang dipilih komunitas GYI melaksanakan kegiatan adalah Desa Tanjungagung, Pesawaran. Meski secara geografis letak desa tersebut tidak jauh dari pusat kota, kondisi desa masih banyak membutuhkan pembenahan. 

Hal itu terlihat dari aliran listrik dan jalan yang baru dapat dinikmati sekitar rentang waktu 4—5 tahun belakangan ini. Juga kesulitan masyarakat dalam mengakses air bersih. Komunitas GYI yang memiliki jargon “Muda menginspirasi” itu, memilih desa tersebut sebagai desa binaan.

“Kami coba membantu mengedukasi masyarakat di desa tersebut melalui berbagai kegiatan. Menjadi wujud kepedulian kepada sesama," ujar Rhandu, beberapa waktu lalu.

Adapun rangkaian kegiatan yang telah terlaksana di Desa Tanjungagung yaitu bimbingan belajar (bimbel) bagi pelajar di desa tersebut. Mereka menamai kegiatan tersebut gerakan studi PAI, yang jadwalnya di setiap akhir pekan. Kegiatan bimbingan belajar tersebut biasa diadakan di gubuk yang lokasinya di tengah kebun durian.

Menurut Rhandu, meski dalam kondisi serbaterbatas tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk tetap belajar. Antusiasme tersebut ditunjukkan dengan jumlah siswa yang hadir mencapai 30—40 orang setiap pekannya. 

"Ini merupakan gerakan sepenuh hati yang dilakukan dengan ikhlas tanpa pamrih dengan mengajarkan adik-adik agar terampil secara kognitif, afektif, dan psikomotoriknya," ujar Rhandu.

Tidak hanya menggelar bimbel secara rutin, komunitas GYI juga kerap menggelar kegiatan, lain seperti Festival edukasi dan khitanan massal yang diadakan pertengahan Desember, lalu.
Beragam kegiatan tersebut, selain bertujuan menginspirasi masyarakat desa, juga sebagai media mengeksplorasi diri, para pemuda desa.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR