BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sejumlah guru di Bandar Lampung siap melakukan pengisian kehadiran menggunakan mesin finger scan yang terhubung ke Data Pokok Pendidik (Dapodik) Kemendikbud untuk mengetahui beban kerja selama di sekolah.

Seperti diungkapkan salah satu guru di SMPN 25 Bandar Lampung yang tidak ingin disebutkan namanya kepada lampost.co, Sabtu (8/9/2018) bahwa akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung mengenai presensi menggunakan mesin finger scan.



Menurutnya, pengisian presensi menggunakan mesin finger scan adalah untuk mencatat jumlah jam kerja di sekolah sebagai data untuk mengetahui pemenuhan beban kerja 37,5 jam dalam sepekan bagi guru sesuai Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018.

“Untuk bekerja selama 37,5 jam dalam sepekan sangat siap bagi kami sebagai guru yang berstatus pegawai negeri. Bahkan penerapan ini sudah kami lakukan jauh sebelum adanya Permendikbud 15/2018. Presensi menggunakan mesin sebagai bentuk pencatatan kedisiplinan kerja,” ujar dia.

Senada dikatakan guru Bahasa Indonesia SMPN 9 Bandar Lampung, Susilowati yang juga telah melaksanakan beban kerja 37,5 jam dalam sepekan. Menurutnya, seorang guru tidak hanya mempunyai tanggung jawab mengajar saja, melainkan mampu melatih, merencanakan, dan menilai hasil pembelajaran siswa di sekolah.

“Mengenai presensi menggunakan mesin finger scan bagi kami sangat mendukung, terlebih tersimpan di Dapodik secara otomatis. Kami sebagai guru tentunya sudah memahami tanggun jawab kerja. Presensi pakai mesin hanya mengadaptasikan dengan teknologi,” kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR