BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Nasib naas dialami Saaidah (44) warga Jalan Hasanudin, Gunung Mas, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, menjadi korban hipnotis, hingga mengalami kerugian mencapai puluhan juta.

Atas kejadian tersebut, korban yang merupakan guru SD mengalami kerugian yakni  50 gram kalung emas, mata kalung 10 gram, gelang 40 gram, cincin 14 gram dengan total semua 114 gram, dan uang tunai mencapai Rp60 juta.



Anak Korban yakni Ananto (24) mengatakan, kejadian bermula pada Rabu (27/6/2018) ketika ibunya baru selesai mencoblos di TPS yang tidak jauh dari kediamannya.

Usai mencoblos, sang ibu kemudian dihampiri salah satu pelaku, dan tak lama berselang seorang perempuan yang juga komplotan pelaku pria, lalu tanpa sadar korban terbujuk dan mengikuti keduanya untuk naik ke dalam mobil. Pelaku juga sempat terekam cctv atm saat mengambil uang tersebut.

"Tanpa sadar ibu saya dibawa ke ATM BRI di dekat Pasar Kangkung, terus buku tabungan beserta nomor pin, tanpa sadar dikasih sama ke ibu saya," ujarnya di kantor DPRD Kota Bandar Lampung, Jumat (29/6/2018).

Pelaku selain diduga menghipnotis korban, juga menggunakan upaya merayu korban dengan diimingi umrah jika menuruti perintah pelaku.

"Jadi ibu saya itu didalem mobil aja," katanya.

Kemudian ketika dibawa keliling oleh pelaku, disitulah tanpa sadar seluruh perhiasan milik korban diambil oleh pelaku.

"Tanpa sadar, emas ibu saya diambilin," katanya.

Korban sendiri telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Telukbetung Selatan dengan nomor laporan LP/B/278/VI/2018/Resta Balam/Sektor TBS/Rabu, 27 Juni 2018.

Terpisah, Kapolresta  Bandarlampung Kombespol Murbani Budi Pitono mengatakan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan, dan pengejaran terhadap pelaku.

"Masih kita lidik, segera kita cari," ujarnya Jumat (29/6/2018).

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR