PRINGSEWU (Lampost.co)--STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung, menggelar  pendampingan bagi guru-guru SD bekerjasama Gugus sekolah (Gusek) I dan V, Sukoharjo. Pendampingan dalam rangka pelatihan kurikulum 13,  berlangsung di SDN 2 Sukoharjo II.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai Senin (24-26/6/2019), di buka oleh Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Sukoharjo, Yuli Saptikawati.



Menurut Panitia sekaligus pemateri Robia Astuti, di dampingi Nurmitasari, menyatakan peserta sebanyak 12 sekolah dari Gusek I ada enam sekolah dan Gusek V ada enam sekolah.
Dia menjelaskan adapun rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat telah di mulai sejak tanggal 8-10 April 2019 berupa  penyuluhan, lalu di lanjutkan dengan pendampingan mulai 24-26 dalam rangka membantu guru melakukan penilaian untuk rapor kurikulum 2013.

Robia Astuti menjelaskan peserta di ikuti oleh para guru kelas dan setiap sekolah mengutus tiga guru kelas. Ke 12 sekolah yang mengutus gurunya dalam pendampingan:  SDN 1 Sukogarjo I, SDN 2 Sukoharjo I, SDN 3 Sukoharjo I, SDN 1 Sukoharjo II, SDN 2 Sukoharjo II, SDN 1 Sukoharjo.IV. Kemudian  SDN 1 Sukoyoso, SDN 2 Sukoyoso, SDN 1 Siliwangi, SDN 1 Sinarbaru, SDN 2 Sinarbaru, SDN 3 Sinarbaru.
Pemateri merupakan Dosen STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung.

Menurut Robia, kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan informasi dan pelatihan kepada guru terkait penilaian yang sesuai dengan K 13. 

Dalam kurikulum 13 (K13) di lakukan per tematik yang memuat tujuh pelajaran sekaligus: IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Mtk, PJOK (penjas, olahraga dan kesehatan), PKN dan SBDP (Seni budaya dan Prakarya).

Dia menambahkan permasalahan yang di hadapi para mitra adalah ketidakpahaman guru dalam memberikan nilai yang sesuai demgan kurikulum 2013.  "Atas dasar inilah kami hadir untuk melakukan pendampingan," ungkapnya. 

Kegiatan selama pelatihan: dua hari pertama memberikan informasi dalam bentuk penyuluhan dan memberikan pelatihan selama dua hari. Hari ketiga evaluasi atas mateti yang di berikan.

Dia menyatakan umumnya para peserta mengaku bingung dalam menskor nilai pada setiap muatan pelajaran. Peserta juga bingung merekap sampai pada nilai rapor.

Sri Sumarni Kepala SD 2 Sukoharjo II, mengaku bagus, bahkan waktu yang di berikan hanya dua hari kurang, biar tambah paham. Sangat mendukung sekali kegiatan tersebut. Pernah ada kegiatan kurukulum 13 tetapi belum semuanya mengikuti. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR