Bukittinggi (Lampost.co) -- Status Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) masih Siaga II. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas radius 3 Km dari puncak.

"Status Gunung Marapi masih waspada atau level II, dan letusan-letusan yang terjadi adalah wajar karena statusnya tersebut. Masyarakat tetap diminta menjauhi radius tiga kilometer dari kawah," kata Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi Sumbar Hartanto, seperti dikutip Antara, Senin 5 Juni 2017. 



Gunung Marapi erupsi sejak Minggu 4 Juni kemarin. Tercatat sebanyak 19 kali letusan sejak Senin 5 Juni, pukul 00.01 WIB. Aktivitas di Marapi masih didominasi gempa letusan.

"Saat itu kondisi visual tidak jelas terlihat. Yang tercatat durasi gempa dari sembilan letusan itu selama delapan sampai 34 detik," ujar Hartanto.

Berdasarkan aktivitas tersebut, terpantau ketinggian asap letusan mulai dari 75 sampai 250 meter, dengan lama gempa 10 sampai 12 detik. Sedangkan sepanjang Minggu 4 Juni letusan terjadi sebanyak enam kali dan embusan sebanyak delapan kali.

Sebelumnya, letusan yang terjadi sejak Minggu itu membawa dampak terhadap empat kecamatan di Kabupaten Tanah Datar berupa semburan abu vulkanik. Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan empat kecamatan yang terkena dampak abu vulkanik tersebut adalah Batipuh, Pariangan, Sungai Tarab, dan Salimpaung.

Ia meminta camat dan wali nagari yang wilayahnya berada pada seputaran Gunung Marapi agar memonitor perkembangan dari letusan tersebut.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR