BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Gugatan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pasangan nomor 1 M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri serta pasangan nomor 2 Herman HN-Sutono, kandas di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (10/8/2018).

Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Hukum, M. Tio Aliansyah mengatakan sidang pengucapan putusan perselisihan hasil pemilihan (PHP) dibuka pukul 8.40 WIB panel 1 yang dihadiri oleh 9 hakim Mahkamah Konstitusi dipimpin oleh Ketua Anwar Usman.



"Agenda sidang pengucapan putusan 15 sengketa Pilkada dari beberapa daerah. Hakim memutuskan bahwa menyatakan pemohon tidak memiliki kedudukan hukum dan permohonan pemohon tidak dapat diterima," katanya usai pembacaan putusan.

Apabila majelis akan memutuskan dismissal dan dinyatakan sidang tidak bisa dilanjutkan maka pihak KPU paling lambat 3 hari setelah putusan melakukan pleno penetapan Arinal Djunaidi - Chusnunia sebagai Gubernur dan Wakil gubernur Lampung terpilih.

"Kalo dismisal maka selambatnya hari Senin kami menetapkan paslon terpilih," katanya.

Pihak KPU Provinsi Lampung bersama terlapor dan pelapor hadir dalam rapat pemusyawaratan hakim menetapkan untuk menyelenggarakan sidang pleno pengucapan putusan nomor: 46/PHP.GUB-XVI/2018 perihal perkara perselisihan hasil pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota tersebut.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR