BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Lampung Selatan Asep Yani dan kader Golkar lainnya, Yuarflah, menyatakan gugatan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang terhadap pernyataan Abi Hasan tidak ada kaitannya dengan Alzier Dianis Thabranie.

Asep mengatakan, kehadiran Alzier di PN Tanjungkarang beberapa waktu lalu, hanya untuk memberikan kesaksian saja. "Gugatan di PN Tanjungkarang itu saya yang melakukannya, bukan Bang Alzier. Jadi tidak ada kaitannya dengan Bang Alzier," jelas Asep Yani, Minggu (26/8/2018).



Selain itu, menurut dia, gugatan itu dilayangkan bukan dikarenakan pemecatan Alzier sebagai Ketua Dewan Perimbangan DPD I Partai Golkar Lampung. Akan tetapi, gugatan tersebut dilayangkan karena pernyataan Wakil Ketua DPD I Golkar Lampung Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Abi Hasan Muan, yang mengatakan bahwa Alzier dipecat. "Kami juga paham kalau pemecatan itu urusan internal. Yang kami gugat ini adalah pernyataan Abi Hasan Muan. Kenyataannya sampai sekarang tidak ada pemecatan," tegasnya.

Hal senada dikatakan tim hukum, Wiliyus. Dia ikut meluruskan bahwa gugatan yang dilayangkan kader Partai Golkar, Asep Yani menjelaskan putusan PN Tanjungkarang bukan dimenangkan salah satu pihak.

Menurut Wiliyus, Asep Yani dan Yuarflah selaku penggugat dalam isi gugatan mengenai pernyataan Abi Hasan Muan di media bahwa Alzier sudah dipecat merupakan pernyataan bohong dan menyesatkan dan diduga ada unsur fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Alzier. Terbukti dalam sidang kesaksian dan bukti tergugat pihak DPD I tidak dapat menunjukan SK pemecatan Alzier. Namun hanya sebatas usulan pemecatan.

Bahwa gugatan pihaknya tersebut oleh hakim di NO atau tidak dapat di terima. Artinya tidak ada yang menang atau pun dikalahkan saat ini. Dalam posisi netral antara penggugat dan tergugat.

"Apabila ada pihak yang menyatakan kami kalah adalah keliru. Karena dalam putusan hakim memutuskan tidak ada yang menang atau kalah melainkan NO atau gugatan tidak dapat diterima, mungkin gugatan kurang pihak atau lainnya," tegas Wiliyus.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR