BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pengoperasian jembatan timbang yang akan dilakukan pemerintah pusat di Provinsi Lampung dinilai akan berdampak pada penghematan anggaran belanja daerah untuk pemeliharaan jalan sebesar Rp600 miliar. Pasalnya, beroperasinya sarana pengukur beban muatan kendaraan itu berdampak pada jalan yang lebih terpelihara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung, Budhi Darmawan menjelaskan jembatan timbang merupakan sarana perhubungan darat yang sangat dibutuhkan di daerah, karena berpengaruh pada perawatan jalan. 
"Artinya, jika jalan dan jembatan dilewati beban yang tidak mampu didukung infrastrukturnya, maka jelas akan membuat jalan dan jembatan rusak. Kalau ada pembatasan tonase pasti akan lebih tahan lama jalan yang berkondisi baik," kata Budhi ditemui Lampung Post usai rapat bersama Gubernur di Balai Keratun, Senin (2/7/2018).
Jalan provinsi saat ini banyak menampung beban kendaraan yang hanya berkapasitas 8 ton. Akibatnya membuat banyak jalan provinsi cepat rusak dan pemprov setiap tahunnya harus membelanjakan anggarannya untuk pemeliharaan ratusan kilometer jalannya sebesar Rp600 miliar. 
"Muatan sumbu terluar (MST) jalan provinsi itu standarnya 8 ton. Sedangkan beban kendaraan yang ditampungnya lebih dari itu. Dengan beroperasinya jembatan timbang, secara langsung akan berpengaruh pada perawatan jalan dan penghematan anggaran juga," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR