PESAWARAN (Lampost.co)---Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo tidak kuasa membendung air matanya saat melepas jenazah Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Lampung Adeham ke liang lahat di Desa Sanggi, Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran, Kamis (25/1/2018).

Dengan air mata berlinang Gubernur berkata lirih, "Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, kami mengalami dan juga menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya, rasa kehilangan yang sangat berat, salah satu putera terbaik Pemprov Lampung. Begitu banyak jasa, amal ibadah, karya bakti yang beliau lakukan, insyallah Allah akan menerima tempat yang layak, sesuai dengan pengabdian beliau yang terbaik di Provinsi Lampung," ujar Gubernur.



Istri gubernur, Yustin Apriliani yang mendatangi rumah duka di Jalan Sawo, Segala Mider, Tanjungkarang Barat, juga tidak kuasa menahan tangis saat memeluk istri Adeham pada prosesi upacara penyerahan jenazah.

Sebelumnya, Almarhum Adeham disholatkan di rumah duka di Perum Griya Asri, Segala Mider, Tanjung Karang Barat Bandar Lampung sekitar pukul 09.12. Usai disolatkan, dilakukan prosesi upacara pelepasan oleh keluarga dan diserahkan kepada Pemprov Lampung melalui Plt. Sekretaris Daerah, Hamartoni Ahadis untuk dimakamkan.

Almarhum yang juga mantan Pj. Bupati Tulang Bawang Barat tersbeut lahir di Komering Ulu 58 tahun silam. Kepergiannya meninggalkan seorang istri bernama Farina Baharuddin Adeham, tiga orang anak, dan lima orang cucu. Adeham menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Medistra Jakarta pada Rabu (24/1/2018) pukul 13.50 WIB.

Menurut Gubernur, semasa hidup Adeham adalah sosok yang sangat dapat diandalkan dan juga menjadi salah satu kunci strategis Pemprov Lampung. "Beliau sosok abdi negara yang sangat disiplin, berdedikasi, penuh tanggung jawab, loyalitas dan sangat amanah dalam menjalankan tugas. Bahkan sangat layak rasanya apa bila saya sampaikan bahwa beliau ini adalah salah satu contoh terbaik dari pegawai negeri sipil yang mengabdi diseluruh wilayah di Provinsi Lampung ini," ujarnya.

 

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR