BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) – Kepala Dinas Kehutanan Lampung, Syaiful Bachri mengatakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sudah mengirimkan surat kepada bupati dan wali kota untuk melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya edaran tersebut dikeluarkan karena bencana Karhutla kerap terjadi berulang ulang. Terlebih, musim kemarau yang melanda Lampung berpotensi menimbulkan karhutla. Karenanya, penanggulangan karhutla dilakukan dengan memberdayakan semua elemen terkait.



 “Sudah ada surat Gubernur kepada bupati untuk memberdayakan semua elemen mulai dari tingkat lapangan terkait upaya pencegahan dan pembentukan tim pemadaman bila terjadi kebakaran," katanya, Rabu (14/8/2019).

Dia menambahkan berdasar pada data-data sebelumnya daerah rawan di Lampung berada di Lampung Timur, Lampung Tengah, Way Kanan, Tulangbawang, Lampung Utara, dan baru-baru ini terjadi di Mesuji.

"Potensi adanya kebakaran itu ada di areal padang alang-alang di Tanaman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Kemudian daerah lainnya di kawasan kebun tebu karena daunnya kering dan mudah terbakar," katanya

Berdasar pada informasi dari http://sipongi.menlhk.go.id, kemarin, rekapitulasi luas kebakaran hutan dan lahan di Lampung dari tahun ke tahun dengan perincian 22,80 ha pada 2014, kemudian 71.326,49 (2015), 3.201,25 ha (2016), 6.177,79 ha (2017), 14.963,87 ha (2018), dan 69 ha (2018). Kemudian untuk titik panas mingguan pada 1—14 Agustus mengalami penurunan.

Sementara itu, Polres Mesuji tengah menyelidiki kebakaran yang terjadi di Desa Margojadi, Kecamatan Mesuji Timur, yang menghanguskan sekitar 15 hektare lahan gambut.

Wakapolres Mesuji, Kompol Hendriyansah, menjelaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran. "Apakah dibakar atau karena sebab lain, kami belum bisa pastikan. Sekarang kami masih lidik karena yang terbakar cukup luas," ujarnya melalui telepon, kemarin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mesuji, Syahril, memastikan anggotanya akan terus berada di lokasi kebakaran lahan gambut.

"Jika semuanya sudah bisa dikendalikan, sebagian besar anggota akan ditarik dari  lokasi kebakaran. Namun, kami akan tetap menyiagakan anggota juga 10 alkon (alat sedot air) di lokasi," ujarnya.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR