BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah daerah (pemda) se-Lampung mendeklarasikan menjadi daerah layak anak pada 2028. Komitmen itu ditandatangani seluruh kepala daerah se-Lampung dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Balai Keratun Pemprov, Selasa (17/10/2017).
Deklarasi itu berisi, “Kami berkomitmen untuk mewujudkan Lampung menjadi provinsi layak anak (provila) tahun 2028 melalui terwujudnya kabupaten/kota layak anak (KLA) se-provinsi". Deklarasi itu pun melahirkan penghargaan bagi Gubernur M Ridho Ficardo atas inisiator provinsi layak anak.
Sekretaris Provinsi Sutono menjelaskan pada 2016 terdapat 64% kekerasan dari seluruh kasus yang terjadi pada anak. Hingga kini anak terus menjadi objek kejahatan bagi sekelompok orang, baik fisik, mental, psikologi, maupun seksual. Kondisi ini tentunya memerlukan perhatian dari semua unsur masyarakat.
"Mereka adalah pilar utama untuk meneruskan pembangunan daerah. Masalah perlindungan anak adalah kewajiban semua pihak, baik keluarga, masyarakat, dan pemda," kata Sutono dalam acara Kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) yang sekaligus deklarasi provila.
Dalam mewujudkan provila, banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah. "Upaya kami telah melakukan pelatihan tematik kader desa diikuti empat kecamatan, pelatihan fasilitator bagi 15 kabupaten/kota, dan pelatihan kader aktivitas desa. Seluruh masyarakat juga harus dapat memahami seluruh hak anak. Berikan dukungan kepada anak dan membatasi anak dalam menggunakan gadget," ujarnya.
Selain itu, Pemprov juga melengkapi infrastruktur guna mendukung tumbuh kembang anak, seperti pembangunan ruang terbuka hijau yang dilengkapi wahana bermain anak dan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek yang memiliki ruang bermain dan ruang asuh anak.
Menteri PPPA Yohana Susana Yembise mengapresiasi gagasan yang ingin dicapai Lampung pada 2028 itu. Namun, untuk mencapai predikat provila itu, Lampung harus memenuhi 24 indikator daerah layak anak. Secara khusus sekolah dan puskesmas ramah anak pun harus terbangun. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR