BANTEN (Lampost.co)--Untuk mempercepat recovery sektor pariwisata di wilayah Lampung, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menjadi narasumber pada rapat koordinasi strategi pemulihan sektor pariwisata pascatsunami Selat Sunda yang digelar Kementerian Pariwisata RI di Hotel Marbella Jalan Raya Karang Bolong, Km 135 Desa Bendulu, Banten, Jumat (11/1/2019).

Rapat koordinasi ini bertujuan menginisiasi sinergi antara Pemerintah Pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintahan kabupaten/kota dalam memulihkan sektor pariwisata di Banten dan Lampung. Adapun langkah awal memulihkan destinasi pariwisata yakni sektor pariwisata harus segera merumuskan strategi pemulihan yang tepat.



Gubernur Ridho menyatakan wilayah yang terdampak tsunami di Lampung sebagian besar merupakan kawasan nelayan. "Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah provinsi memberikan bantuan berupa rehabilitasi rumah, kapal, dan pendidikan untuk anak-anak korban tsunami," ujarnya dalam rilis yang diterima lampost.co.

Menurutnya, saat ini Lampung sedang serius mengembangkan wisata pulau kecil. Diharapkan ada pengembangan 100 pulau kecil dengan pengelolaan yang baik seperti di Maldives.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan rakor merupakan kesempatan baik untuk melakukan tata ruang secara benar. "Wisatawan asing tidak tahu apakah daerah yang terkena bencana itu destinasi wisata yang didatangi wisatawan atau tidak. Mereka hanya tahu Indonesia. Contoh, saat Palu mengalami tsunami, Bali pun mengalami penurunan wisatawan," ujar Menpar.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR