BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Masyarakat Lampung patut berbangga karena 13 warisan budaya tak benda milik masyarakat Lampung, pada tahun 2018 diakui pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Penyerahan sertifikat warisan budaya tak benda yang akan dilakukan oleh Menteri Muhadjir Effendy itu rencananya diterima Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo pada 10 Oktober mendatang.

Kepala Seksi Sejarah dan Tradisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Fahrizal AT kepada lampost.co, Senin (10/9/2018) mengatakan warisan budaya tak benda yang sebelumnya diteliti tim ahli independen membidangi warisan budaya itu, akan diserahkan di Jakarta.



Menurutnya, warisan budaya takbenda merupakan aset pemerintah provinsi Lampung yang perlu dilestarikan masyarakat dan pemerintah daerah karena merupakan sejarah yang perlu dicatat negara.
Warisan budaya tak benda Indonesia asal Lampung tahun ini diakui negara berjumlah 13 dari 14 warisan yang didaftarkan. "Ini merupakan khabar baik bagi masyarakat Lampung. Insya Allah sertifikatnya akan di terima Gubernur Lampung pada Oktober mendatang," ujar dia.
Ia mengatakan, jumlah warisan budaya takbenda Indonesia asal Lampung dalam dua tahun ini yang telah diakui negara berjumlah 32. Tahun lalu warisan budaya takbenda Lampung diakui ada 19, ditambah tahun ini 13, artinya dalam dua tahun, warisan budaya takbenda diakui pemerintah berjumlah 32 warisan," kata dia.

Adapun ke-13 warisan budaya takbenda Indonesia asal Provinsi Lampung yang ditetapkan Kemendikbud meliputi Dadi, Siger Lampung, Ketaro Adat Lappung, Nyuncun Pahakh, Tari Bedana Lampung, Sebambangan, Nyubuk Majeu, Cangget Agung Lampung, Kias, Tari Kiamat, Piil Pesenggiri, Badik Lampung, dan Mekhatin.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR