BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- PT Gojek merasa tidak melanggar status quo yang telah disetujui oleh kedua belah pihak antara Gedor Lampung dan PT Gojek pada kegiatan safety riding yang dilaksanakan pada Sabtu, 21 September 2019 lalu yang merupakan kegiatan terjadwal sebelum adanya aksi yang dilakukan oleh Gedor pada akhir Agustus silam.

Hal ini disampaikan oleh Dian selaku Corporate Affairs Gojek. Menurutnya kegiatan safety riding merupakan kegiatan wajib oleh PT Gojek dan memang sudah terjadwalkan.



"Kegiatan ini sudah terjadwalkan jauh sebelum adanya kegiatan aksi. Kegiatan ini juga justru membantu para mitra untuk sama-sama sadar akan berlalu lintas dengan benar," kata dia saat dihubungi Lampost.co.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut terkhususkan untuk mitra Gojek dengan memberikan pengetahuan lebih tentang keselamatan berkendara serta penggunaan roda dua dengan benar. "Kami sangat peduli dengan mitra kami sehingga memang kegiatan ini diadakan terkhusus untuk membuka wawasan para mitra mengenai safety riding, selain itu juga kegiatan ini memang di adakan di seluruh Indonesia," ujar dia.

Status quo yang disetujui ialah kantor PT Gojek cabang Lampung tutup dan tidak beroperasional, sedangkan kegiatan safety riding ini merupakan kegiatan Nasional dan rutin yang dilakukan setiap tahunnya oleh PT Gojek.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR