SUKADANA (Lampost.co)--Serangan hama tikus kian meluas, setelah merangsak tanaman padi mikik petani di Kecamatan Sekampung, kini tanaman jagungg menjadi sasaran hama pengerat tersebut.
Tanaman jagung di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung mengalami puso akibat serangan hama tersebut. Rais, petani jagung di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Rais, kepada Lampost.co, Sabtu (21/7/2018) menjelaskan, dia dan para petani jagung lainnya semula tak menyangka hama tikus juga akan melahap buah-buah jagung yang  mereka tanam di lahan sawah.
Sebab beberapa pekan terakhir meski serangan hama pengerat tersebut intensitasnya terus menaningkat namun hanya tanaman padi saja yang menjadi sasaran.  Sementara tanaman dan buah jagung samasekali tak disentuh.
Namun perkiraan tersebut kata Rais, ternyata meleset total. Sebab beberapa hari terakhir selain tetap melahap tanaman dan bulir-bulir padi, ternyata juga mengincar dan melahap buah-buah jagaung yang ditanaman di lahan sawah dan tongkol buahnya sudah berisi. 

Awalnya kami memang tidak menyangka seperti ini, ternyata perkiraan kami meleset total. Rupanya selain tetap memangsa tanaman dan bulir-bulir padi, hama tikus tersebut juga mengincar buah-buah jagung  yang sudha berisi  di lahan-lahan sawah tempat kami bertanam,” kata Rais.
Akibat serangan hama tikus yang cukup cepat dan ganas itu ujarnya, hanya dalam beberapa hari terakhir tercatat sudah beberapa hektare tanaman jagung tak bisa lagi dipanen karena buahnya habis dilahap hama pengerat tersebut.
Hama-hama tikus tersebut muncul menyatroni lahan jagung pada malam hari. Kemudian selain jumlahnya yang sngat banyak hama tersebut datang dan melahap buah jagung dengan cukup cepat. Sehingga hanya dalam waktu singkat hanya tongkol jagungnya saja yang tersisa, sementara jagungnya sendiri habis  tak bersisa.
Kalaupun masih ada buah jagung yang tersisa tambah Rais, itu juga sudah tidak seberapa lagi. Sisa-sisa dari serangan hama tikus itulah yang kini terpaksa dipanen petani dan dijual seadanya. "Kami hanya kebagian sisa-sisanya saja, dan itulah yang kami panen dan kami jual seadanya ke pengepul daripada tidak dapat samasekali,"ujar dia.
Sama halnya dengan para petani padi para petani jagung di Desa Sumber Gede, Kecamatan Sekampung tersebut juga tak bisa berbuat banyak menghadapi serangan hama yang dikenal ganas dan cerdas tersebut. Sehingga mereka juga hanya bisa berharap masih ada buah-buah jagung yang tersisa  untuk dipanen. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR