GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Sebanyak empat ribu liter susu murni per hari mampu diproduksi di peternakan sapi perah yang dibuat GGLC sejak 2014 lalu. Meskipun cuaca Lampung Tengah, khususnya di Terbanggibesar tak mendukung, dengan bantuan teknologi terbukti sapi perah bisa hidup dan menghasilkan susu.

Penanggungjawab Peternakan Sapi Perah GGLC, Anggun mengatakan untuk sampai menghasilkan susu, sapi perah tetap harus melalui proses kawin (suntik), bunting dan beranak. Setelah beranak baru dapat diperah susunya.



Salah satu pegawai di peternakan sapi perah, Bram mengatakan sapi perah didatangkan dari Australia, ada yang berupa betina siap kawin ada juga yang sudah bunting. Untuk bisa hidup dan membuat sapi nyaman, suhu harus dijaga. GGLC menggunakan blower dan air untuk menjaga suhu di kandang.

Saat ini, populasi ternak sapi perah di GGLC ada kurang lebih 600 ekor. Sebanyak 200 diantaranya telah aktif memproduksi susu. "Kegiatan kami di sini meliputi pembiakan, pemerahan hingga pengolahan. Fokus kami menghasilkan susu murni untuk didistribusi seputar Lampung dan Jakarta," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR