PENDIDIKAN memiliki ekosistem yang saling berkait. Mereka ialah tenaga pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, LSM dan masyarakat peduli pendidikan, organisasi profesi, kalangan industri, serta pemerintah. Pengamat pendidikan, Yusuf S Barusman mengatakan kolaborasi ekosistem berdampak besar bagi proses dan pencapaian tujuan pendidikan.

"Pendidikan bukan hanya kognisi, tetapi juga mencakup fisik dan karakter," kata Rektor Universitas Bandar Lampung itu.



Menurut dia, pendidikan adalah pengembangan manusia secara komprehensif. Gernas Baku digadang mencetak generasi yang unggul untuk Indonesia Emas.
Pjs Gubernur Lampung Didik Suprayitno mengapresiasi Gernas Baku yang dilaksanakan serentak se-Indonesia, termasuk di Bumi Ruwa Jurai.

"Anak usia dini harus mendapat pendampingan penuh. Itu hanya bisa dilakukan dengan kerja sama semua komponen pendidikan," ujarnya.

Didik menyatakan dukungannya dengan menginstruksikan Disdikbud dan pihak terkait untuk menyinergikan Gernas Baku. "Karena keberhasilan pendidikan ada di tangan kita bersama," kata Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum dan Kesbang itu. Gerakan bersama itu diyakini mampu memenuhi kebutuhan esensial calon pemimpin masa depan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar menyatakan Gernas Baku penetrasi orang tua dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan usia dini. Gerakan serentak yang dilakukan ekosistem pendidikan itu didasari semangat untuk membangun keharmonisan semua kalangan.

Waktu anak di sekolah sangat terbatas. Setelah pulang dari sekolah, anak berada di tengah keluarga dan masyarakat. "Dengan harmonisasi ekosistem pendidikan maka pembentukan karakter dan kognisi anak lebih efektif," ujar Harris.

Baca Juga:

Gernas Baku, Provokasi Masif pada Ekosistem Pendidikan (2)

Gernas Baku, Provokasi Masif pada Ekosistem Pendidikan (1)

Ia menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyukseskan Gernas Baku. Dukungan pemda amat diharapkan, termasuk dalam segi anggaran. "Saya optimistis dengan kepedulian semua pihak gerakan berkelanjutan dan membawa dampak besar," tutur Harris.

Ia mengklaim soliditas pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat adalah keniscayaan. "Tujuannya untuk efektivitas pendidikan. Agar lahir generasi yang lebih baik dan Indonesia jaya," ujar peraih Master dan Doktor dari Syracuse University, New York itu.

PENULIS

Delima Natalia Napitupulu

TAGS


KOMENTAR