KALIANDA (Lampost.co) -- Adanya gerbang jalan tol trans-Sumatera (JTTS) di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, membuat akses jalan warga sekitar tertutup.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun Lampost.co, jalan akses warga yang menuju jalan lintas Sumatera (Jalinsum) tertutup dan harus memutar sekitar 400 meter dari posisi semula. Dengan kondisi jalan keluar seperti saat ini warga setempat meminta kontraktor jalan tol memberikan akses gorong-gorong untuk menuju Jalinsum. Namun gorong-gorong permintaan warga belum bisa dipenuhi PT PP selaku kontraktor atau pelaksana ruas JTTS di daerah sekitar. "Kami lakukan pekerjaan ini sudah sesuai dengan master plan," kata Defri Manajer Lapangan PT PP kepada Lampost.co, Jumat (15/3/2019).



Dijelaskannya, tidak adanya gorong-gorong disebabkan ruas JTTS tidak boleh crossing dengan jalan warga, sehingga solusinya harus dibelokan. "Tidak ada persimpangan langsung antara jalan masuk tol dengan jalan warga," kata dia.

Kepala Desa Sukamarga, Muksin menjelaskan ada persimpangan akses jalan warga menuju Jalinsum sebelum dibangunnya gerbang tol di desa setempat. "Sebelumnya ini persimpangan, tapi sekarang dibuatkan jalan belokan yang kecil untuk menuju Jalinsum," kata dia.

Ada akses jalan desa menuju Jalinsum sepanjang 700 meter, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda empat. "Sudah kami cor beton, tapi jalannya sempit, harus dilakukan pembebasan," katanya.

Akibat dari belokan yang kecil dan berada ditikungan tajam, akses kendaraan truk pengangkut hasil perkebunan warga setempat tidak bisa masuk maupun keluar. "Kalau dibiarkan terus, perekonomian warga menjadi lumpuh," ujarnya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR